Tujuan Hidup

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Qs Adz zariyat : 56).

Pengambdian kepada tuhan kemudian termanifestasi dalam tugas manusia dimuka bumi sebagai khalifah. Khalifah diartika sebagai penanggung jawab, pengelola, manager atau apapun kaitannya dengan managemen terhadapa suatu bidang garapan.

JIka bidang garapannya tanah dan tanaman maka sub-kekhalifahannya adalah petani. Jika bidang yang dikelolanya berkaitan dengan bunyi, nada dan irama, maka ia menjalani peran khalifah sebagai musisi. Sehingga khalifah tidak saja dimaknai sebagai pemimpin, yang kemudian ditafsiirkan sebagai keharusan untuk menjadi presiden, gubernur atau petinggi-petinggi lainnya. Meskipun jabatan-jabatan tersebut juga merupakan sub-kekhalifahan.

Tugas kekhalifahan juga berarti tanggung jawab manusia untuk memainkan peran. Setiap manusia adalah khalifah, maka setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Peran seseorang kaitannya dengan khalifah di muka bumi berkenaan dengan keahlian seseorang tersebut. Maka disarankan untuk menjadi ahli dalam satu bidang tertentu. Dengan mengamati diri kemudian menyelaraskan hal yang disukai dengan hal yang dibisai secara konsisten, maka akan mengantarkan seseorang pada keahliannya.

Namun sebaian orang masih banyak yang dilandakebingungan akan kedua hal tersebut. Sebagian dari mereka masih kesulitan untuk menentukan apa yang sebenarnya mereka minati.

Adapun alternatif lain dalam mengisi hidup ini adalah dengan mengikuti perintah Tuhan. Apabila tuhan memerintahkan sesuatu kepada manusia, maka Dia juga akan memfasilitasi manusia tersebut sepenuhnya. Begitu juga apabila Tuhan telah memberi fasilitas kepada manusia, maka dibalik fasilitas tersebut Tuhan juga memberikan perintah.

Sehingga, cara untuk menjawab pertanyaan kehidupan ini dapat dilakukan dengan mengamati ulang kira-kira Tuhan memerintahkan apa atau fasilitas apa yang telah Tuhan titipkan. Caranya dengan menajamkan pandangan terhadap lingkungan sekitar kira-kira masayarakat membutuhkan apa atau keadaan mengharuskan apa. Atau menghitung kembali fasilitas yang telah diperoleh barangkali perlu disalurkankepada masyarakat atau kepada situasi tertentu.

Pertanyaan akan kehidupan minimal dapat dijawab dengan dua cara diatas : menemukan peran dan menjalani perintah. Akan tetapi apabila belum kunjung menemukan jawaban atau terlalu sulit untuk melakukan dua hal tersebut, maka pertanyaan kehidupan ini cukup dijawab dengan menjalani kewajaran hidup. Cukup dengan bersekolah, bekerja, menikah, berketurunan dan bermasayarakat secara wajar.

Meskipun demikian, menjalani kewajaran hidup tidak berarti mengisi kehidupan seperti pola minstream yang ada. Akan tetapi disetiap tahapan kehidupan selalu berusaha memegang prinsip dan membangun nilai. Menjalani kewajaran hidup adalah menjadi manusia normalyang baik, yang tidak merugikan orang lain, serta memiliki kesadaran untuk mencari peran dan menunggu perintah Tuhan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silaturrahim

Pemahamanku tentang Tuhan